Padaawalnya mungkin niatnya ingin curhat beneran tapi lama kelamaan materi curhat sudah masuk ke soal-soal pribadi. "Masak cuma curhat bisa terjadi perselingkuhan?" mungkin begitu pemikiran sebagian besar orang, tapi jangan salah.. jika suami atau istri curhat masalah rumah tangga kepada lawan jenis dan merasa nyaman, maka cepat atau lambat dia akan terjebak pada dualisme cinta.
– Boleh saja kita curhat pada seseorang, menyampaikan uneg uneg yang terpendam, dan berharap bisa mendapatkan solusi untuk sekedar membuat hati merasa lebih tenang. Apalagi, jika masalah yang dihadapi seputar masalah rumah tangga atau pertengkaran dengan pasangan. Biasanya kita akan mencari tempat lain untuk mencari kenyamanan, sebab komunikasi dengan pasangan pasti akan terasa segan, tak nyaman atau bahkan, bisa menjadi alasan baru pertengkaran. Namun, sebaiknya, tahanlah untuk tidak berkeluh kesah pada sembarang orang. Apalagi, lawan jenismu. Sebab, kemungkinan akan lebih banyak kerugian daripada solusi yang kamu dapatkan. Selain itu, bukannya menemukan solusi, terlalu banyak curhat pada seseorang yang tidak ada urusannya dengan masalahmu, bukan expert atau seseorang yang benar-benar mampu memberi nasehat, dan dia adalah lawan jenis yang mungkin terlihat lebih menarik daripada pasanganmu. Akan membuat curhat dan nasehat itu menjadi candu. Timbul rasa nyaman dan ketergantungan satu sama lain. Hingga akhirnya, tanpa sadar berujung pada pengkhianatan. Curhat Itu Boleh, Namun Tanyakan Dulu Dalam Hatimu, Apakah Curhatmu Untuk Mencari Solusi Atau Perhatian? Dalam suatu hubungan, pertengkaran dan salah paham kemungkinan pasti akan terjadi. Dan saat pertengkaran masih dalam panas-panasnya, maka untuk berkomunikasi, curhat atau sekedar melepas penat bersama pasangan, pasti tidak akan terasa nyaman. Atau kamu adalah tipe seseorang yang suka memendam masalah, tidak berani berkomunikasi pada pasangan secara langsung, karena merasa pasangan terlalu cuek dan dingin kepadamu. Nah, apapun alasan kamu ingin curhat, tanyakan dulu dalam hatimu, apakah kamu benar benar curhat untuk mencari solusi atau sekedar mencari perhatian? Sebab, setelah menemukan jawabannya kamu akan tahu kepada siapa orang yang lebih baik untuk kamu ajak curhat. Jika Memang Curhatmu Untuk Mencari Solusi, Maka Utamakanlah Curhat Pada Allah SWT, Pasangan Atau Orang Yang Kamu Yakini Bisa Memberikan Solusi Terbaik Jika kamu sudah menemukan jawaban untuk pertanyaan di sub judul pertama dan kamu benar-benar curhat untuk mendapatkan solusi dari masalah yang kamu hadapi dan pendam dihatimu. Maka selanjutnya, datangilah Allah SWT dalam sujudmu. Berdoa dan sampaikan segalanya gundah yang kamu rasakan. Keluh kesahkan setiap masalahmu dan jadikan Allah SWT sebagai tempat pertama untuk bersandar. Percayalah, Allah SWT pasti akan memberikan petunjuk dan memberikan kemudahan dalam mengatasi setiap masalah yang kamu hadapi. Kedua, coba komunikasikan secara baik-baik pada pasanganmu. Bagaimanapun, dia adalah partner hidup juga ibadahmu. Bersamanya, kamu berharap bisa menghabiskan waktu hingga kematian menjemput kelak. Sehingga, jangan pernah memendam rahasia sekecil apapun itu. Jadikan pasanganmu sebagai tempat ternyaman untuk pulang, untuk curhat dan untuk mencari solusi dari setiap masalah bersama. Ketiga, pada orang-orang yang memang kamu yakin, curhat kepadanya dapat menemukan solusi terbaik. Dalam hal ini, kamu bisa mencoba untuk curhat pada orang-orang yang kamus segani, hormati, tuakan dan menurutmu bijak. Mereka yang biasanya bersikap netral dan tidak berpihak pada manapun, syukur jika dengan ilmu yang dimiliki justru membuka matamu dan membimbing ke arah yang lebih baik. Misalnya saja, guru, Kiai, Ustadz, sahabat yang bukan penjilat selalu membelamu, meski tahu kamu salah, keluarga besar yang tidak selalu memihakmu. Kamu sudah cukup dewasa untuk menentukan tempat terbaik, asal tidak ada nafsu yang kamu biarkan mengikuti langkahmu dalam mencari petunjuk. Sebisa Mungkin, Jangan Curhat Pada Sembarang Orang. Bukannya Solusi yang Kamu Dapatkan. Namun, Rasa Malu Yang Bisa Jadi Kamu Terima Akhirnya Biasanya hal ini terjadi, jika kamu curhat bukan hanya untuk mendapatkan solusi, tapi juga untuk mencari perhatian. Curhat di sosmed, mengumbar aib sendiri dan keluarga, sehingga setiap orang tahu masalahmu dan ternyata tak sedikit pula yang akhirnya akan mencemoohmu atau keluargamu. Kamu justru akan merasa malu sendiri akhirnya, saat aib yang seharusnya kamu pendam malah kamu beberkan. Kamu akan merasa semakin terpuruk, sebab bukan solusi yang kamu dapatkan, tapi justru pandangan tak mengenakkan pada dirimu. Lebih parah lagi, apabila masalahmu menjadi pembicaraan dan gosip orang-orang. Selain Itu, Juga Jangan Curhat Pada Lawan Jenis Untuk Alasan Pelarian, Pelampiasan Atau Mencari Perhatian. Sebab, Syetan Itu Sangat Dekat Di Pelupuk Mata Dan Hati. Bukannya Solusi, Justru Rasa Nyaman Akan Menjadi Candu Dan Berakhir Dengan Pengkhianatan Paijo punya masalah dengan Painem, istrinya. Mereka selalu bertengkar setiap hari, marahan dan tak pernah menemukan ketenangan saat berdua. Selalu merasa gerah, Paijo akhirnya menghabiskan waktunya di warung kopi yang terletak diujung desa lebih banyak daripada di rumah. Disana, dia selalu disambut dengan senyuman dan wajah teduh Sarti, Janda kembang desa yang merupakan pemilik warung kopi sederhana itu. Saat mengecap pahit manisnya kopi, Paijo juga sesekali melirik Sarti yang selalu berbicara lembut dan manis di hadapan semua orang. Dalam hatinya, dia mulai membandingkan wanita itu dengan Painem. Pucuk dicinta, ternyata Sarti juga ikut memperhatikan lelaki yang terlihat lesu itu, bahkan sesekali menawarkan diri sebagai pendengar yang baik. Akhirnya, dari rajin pertemuan, curhat dan nasehat, membuat Paijo merasakan debaran yang berbeda setiap kali bertemu Sarti. Dia merasa harinya terasa kurang, jika belum mendengar suara lembut nasehat Sarti, juga memandang wajah teduhnya. Ternyata Paijo tak merasakan itu seorang, dalam bilik terdalam di hati Sarti, wanita yang ditinggal mati suaminya 5 tahun lalu itu, juga mendapatkan getaran yang sama. Tanpa terasa hubungan itu berlanjut. Hingga, tanpa disadari menjadi pengkhianatan. Paijo yang gerah pada omelan istrinya. Sarti yang rindu belaian lelaki. Mereka berdua terjebak dalam hubungan yang nista dan lembah dosa. Jadi, bukannya solusi yang Paijo dapatkan untuk memperbaiki hubungan rumah tangganya dengan Painem, justru dia berkhianat karena nafsunya telah mendahului akal dan pikiran. Sehingga, Bahaya Jika Curhat Pada Lawan Jenis Atau Sembarang Orang. Tetap Jadikan Allah SWT sebagai Utama Dan Pertama. Lalu Sebisa Mungkin Komunikasikan Secara Terbuka Dengan Pasangan. Jangan sampai curhatmu, menjadi pengkhianatanmu. Jangan sampai rasa nyaman itu kamu dapatkan di luar rumahmu, yang berujung pada selingkuh dan mendua. Percayalah, justru bukan solusi yang akan kamu dapatkan atau perbaikan hubungan dengan pasangan. Justru, semakin menambah keretakan dan bisa saja berakhir dengan perpisahan, juga penyesalan. Curhatlah di tempat dan orang yang tepat. Curhatlah dengan tak lupa memfilter omongan dan tidak sembarang membuka aib diri atau keluarga. Apalagi, setiap masalah pasti selalu ada jalan keluarnya, tinggal bagaimana kamu mengatasi dan bersabar melewatinya.
IstriSelingkuh Lewat SMS. Kisah lama yang mau aku angkat lagi yang menurutku cukup menarik. Ini bermula dari reoni teman-teman SMP sekitar 3 tahun lalu. Sudah menjadi kebiasaan teman kalau tiap tahun kumpul-kumpul bareng waktu idul fitri.
Curhat adalah bagian dari menyampaikan isi hati baik itu masalah yang dimiliki atau apa pun yang dirasakannya kepada orang lain. Terkadang, sesi curhat ini juga bisa menjadi jika kamu curhat kepada lawan jenis, sementara kondisimu yang memiliki pasangan. Bisa-bisa antara kamu dan pasangan bisa jadi berikut ini beberapa alasan kenapa kamu gak perlu curhat dengan lawan jenis saat kamu memiliki pasangan. Yuk, lebih bisa menjaga perasaan pasangan!1. Kamu harus bisa menjaga perasaan pasanganmuilustrasi pasangan VeerMemang curhat ke orang lain itu tidak ada salahnya. Namun, saat kamu memiliki pasangan, alangkah baiknya kamu menceritakan apa yang kamu rasakan kepada pasanganmu, bukan kepada orang lain. Siapa pun itu, entah dia yang kamu anggap sahabat atau hanya sekedar teman, lebih baik hindari, juga perlu menjaga perasaan pasanganmu. Sebab, tidak semua pasangan yang suka jika melihat pasangannya itu terlalu dekat atau sampai sering curhat bareng kepada lawan jenis. Gak mau kan nantinya hubunganmu yang malah jadi korbannya?2. Dapat menimbulkan konflik antar pasanganilustrasi pasangan bertengkar KusumaBagimu curhat kepada orang lain terlebih lawan jenis mungkin hal yang biasa. Namun, belum tentu hal yang sama akan dirasakan oleh pasanganmu. Kamu harus tahu karakter pasanganmu seperti apa. Apakah ia orang yang tidak suka jika kamu terlalu dekat dengan lawan jenis, ataukah ia orang yang santai saja selagi dia mengenal orang-orang pasanganmu tipe orang yang tidak suka kamu terlalu dekat dengan lawan jenis, sesi curhat yang kamu lakukan itu pastinya akan menjadi masalah. Apalagi kamu curhat entah itu dalam bentuk telpon atau video call yang bisa membuat ia menjadi sulit untuk menghubungimu. Baca Juga 5 Dampak Negatif Jika Membiarkan Pasangan Membiayai Hidupmu 3. Berpeluang masuknya orang ketiga ilustrasi kencan Du PreezMisalnya kamu sedang bermasalah dengan pasanganmu, lalu kamu menceritakan tentang pasanganmu kepada teman lawan jenismu. Kamu menceritakan kenapa kamu dan pasangan bisa bertengkar, hingga menceritakan sifat pasangan sendiri yang tidak kamu sukai. Nah, situasi seperti ini bisa memicu masuknya orang saja solusi yang ia berikan itu menyudutkan pasanganmu, atau pasanganmu tak seharusnya bersikap atau bertingkah seperti itu, hingga membuat kamu jadi berpikir buruk terhadap apa pun masalah yang terjadi antara kamu dan pasangan, lebih baik selesaikan masalah itu berdua. Jangan membawa orang lain yang bisa berpeluang masuknya orang ketiga dalam hubungan Semakin memperburuk hubunganmu dan pasanganilustrasi konflik dalam hubungan WardSaat kamu curhat kepada orang lain di tengah adanya konflik kamu dan pasangan, ini justru akan membuat hubunganmu dan pasangan semakin buruk. Hal ini malah akan semakin menambah runyam masalah yang ada pada hubunganmu. Jadi jangan coba-coba untuk curhat kepada orang lain, apalagi dalam kondisi kamu dan pasangan yang tengah bijak lagi dalam mengambil keputusan. Hubungan yang kamu jalankan itu berdua dengan pasangan. Jadi kamu juga harus mencari solusi dan pemecahan masalah yang kamu hadapi secara berdua. Jangan libatkan orang lain di Bisa menimbulkan kecurigaan dalam diri pasanganmuilustrasi memperkenalkan pasangan ke teman BrownSiapa sih yang gak curiga jika pasangannya itu sering sekali curhat dengan lawan jenisnya. Entah itu soal kerjaan, hubungan yang ia jalankan, atau apa pun itu. Terlebih lagi jika curhatnya itu intens banget. Pasanganmu pasti akan curiga pasti juga akan berpikiran, kenapa kamu tidak curhat kepadanya. Jadi jangan sampai pasanganmu mencurigaimu dan kehilangan kepercayaan kepadamu kamu yang terkadang masih sering curhat kepada lawan jenis, entah ia yang kamu anggap sahabat atau teman biasa, lebih baik mulai sekarang kurangi. Yuk, lebih bisa lagi mengerti dan menghargai perasaan pasangan. Baca Juga 5 Efek Negatif Kalau Gak Bisa Menghargai Pasangan, Fatal! IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.
JanganCurhat ke Lawan Jenis Setelah Menikah, Ini Bahayanya 1. Menimbulkan fitnah. Intensitas curhat yang cukup sering dengan lawan jenis bisa menimbulkan praduga buruk hingga 2. Merasa lebih nyaman bercerita dengan teman ketimbang dengan pasangan. Ini bisa jadi cikal bakal pertengkaran dengan
loading...Ketika ditimpa masalah. sebaiknya seorang muslimah datanglah kepada Allah terlebih dulu, curhatlah kepada-Nya dan Allah pun pasti akan menolong. Foto ilustrasi/ist Setiap orang pasti memiliki masalah dalam kehidupannya. Tak hanya sebagai individu, sebagai pasangan dalam rumah tangga pun, masalah kerap muncul. Dalam menyikapi masalah kehidupan tersebut, setiap orang pun memiliki beragam tindakan untukmendapatkansolusinya. Ada yang mencurahkan perasaan dan uneg-unegnya kepada keluarga, teman, atau bahkan kepada benda-benda mati. Fenomena saat ini, curahan hati curhat juga banyak dilakukan di media sosial medsos. Lihat saja status medsos itu, rata-rata isinya tentang curhatan kegalauan hidup, uneg-uneg, masalah teman, guru bahkan masalah rumah tangga pun diceritakannya di sana. Tak peduli apakah itu aib atau curhat dianggap bisa meringankan masalah, namun sebenarnya justru curhatlah yang membuat masalah semakin besar. Disadari atau tidak, curhat sering berujung kepada ghibah atau membicarakan keburukan orang lain. Atau setidaknya, curhat adalah pintu untuk membuka aib dirinya sendiri ke orang lain. Membuka aib orang lain dan aib sendiri jelas dilarang dalam agama Islam. Baca juga Inilah Syarat dan Cara Salat Berjamaah Bagi Wanita Lantas, bagaimana Islam memandang masalah curhat ini? Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka kecurigaan, karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. QS. Al-Hujurat 12.Curhat memang jadi pintu masuk ghibah dan membuka aib diri sendiri. Namun, bukan berarti curhat dilarang sepenuhnya. Selama tujuan curhat adalah untuk meminta nasihat tanpa membuka aib diri sendiri atau orang lain maka diperbolehkan. Selain itu, pastikan bahwa sebelum meminta masukan dari orang lain, dahulukan Allah. Datanglah kepada Allah terlebih dulu ketika ditimpa berfirman وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. QS. Qaf 16.Jika kehadiran Allah, begitu dekat maka untuk apa meminta solusi dan bantuan dari orang lain yang tidak berdaya tanpa kuasa Allah? Bagi siapapun yang berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah lebih dulu, maka Allah akan memberi jalan keluar yang lebih baik dari setiap masalah yang juga berfirman أَمَّنْ يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاءَ الْأَرْضِ ۗ أَإِلَٰهٌ مَعَ اللَّهِ ۚ قَلِيلًا مَا تَذَكَّرُونَ"Atau siapakah yang memperkenankan doa orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu manusia sebagai khalifah di bumi? Apakah disamping Allah ada tuhan yang lain? Amat sedikitlah kamu mengingatiNya. QS. An-Naml 62.Bolehkan mencari teman curhat?Dalam faktanya, banyak orang ketika curhat justru mencari orang lain untuk mendengarkannya. Ada yang mencari keluarga, teman bahkan teman lawan jenisnya. Menurut sebagian orang, teman dekat adalah tempat curhat terbaik untuk curhat ini. Lebih bahaya lagi, bila teman curhat yang dicari adalah lawan jenis atau suami /istri orang lain. Membuka aib diri sendiri atau aib keluarga ke orang lain yang bukan mahram tentu sangat lagi jika ada wanita yang curhat ke suami orang lain? Atau sebaliknya, pria yang curhat ke istri orang lain. Jika ia sampai membuka aib pasangannya sendiri tentu jadi dosa yang يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّوَمَعَهاَذُو مَحْرَمٍ“Janganlah seorang laki-laki itu berkhalwat menyendiri dengan seorang wanita kecuali ada mahram yang menyertai wanita tersebut.” HR. Bukhari & Muslim.Curhat berduaan dengan lawan jenis yang sudah memiliki pasangan tentu akan berdampak ke dosa besar. Perbuatan ini bisa mengundang fitnah dan mendekati zina. Ini karena keduanya berbicara tanpa batas membicarakan kekurangan orang lain tanpa adanya pembatas atau mahram lain yang bersamanya. Mendekati zina bukan hanya dapat terjadi ketika sedang bertemu berduaan secara langsung, namun juga dapat terjadi secara tidak langsung dan melalui hal-hal kecil, seperti chatting dengan suami orang dan bertelponan dengan suami orang, begitu juga نَفَّسَ عَنْ مُسْلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ فِي الدُّنْيَا يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَمَنْ سَتَرَ عَلَى مُسْلِمٍ فِي الدُّنْيَا سَتَرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
j98qWVF.